Senin, 18 Juli 2016

Angket Peserta LOS th. 2016/2017


Hai peserta didik baru :) selamat datang di smpn 42 surabaya ya. 

Sebelum nya saya jelaskan dulu ya mengenai angket, Angket adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan tertulis untuk dijawab secara tertulis pula oleh responden. Angketmerupakan sebuah pertanyaan-pertanyaan yang tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden tentang diri pribadi atau hal-hal yang ia ketahui.fromgoogle

Kegiatan pengisian angket untuk LOS ini di lombakan oleh ORPES (Organisasi Pelajar Surabaya), jadi para peserta LOS di minta untuk menilai bagaimana kegiatan Layanan Orientasi Siswa (LOS) di sekolah kalian berlangsung melalui website yang ada di bawah. Nantinya sekolah mana yang memiliki rating/penilaian terbaik dan terbanyak oleh masing-masing peserta LOS nya akan mendapat reward dari tim ORPES.

Angket formulir yg akan kalian isi nanti bertujuan untuk pengembangan kegiatan LOS  kota Surabaya kedepannya agar bisa lebih baik. Ketika kalian mengisi angket nantinya harus melengkapi kolom yang sudah di sediakan dengan jawaban yang jujur/sesuai dengan apa yang anda alami selama kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS/LOS) berlangsung.

Yap sekarang adik-adik bisa mengisi formulir angket penilaian LOS di https://drive.google.com/open?id=1RVrWyfR8L4c-ILYLAv-l-eLA6vjOlvqhS--XmwBv8FM

Jangan lupa di isi yaa ;)

Terimakasih :)

Angket Peserta LOS th. 2016/2017

Hai peserta didik baru :) selamat datang di smpn 42 surabaya ya. 
Sebelum nya saya jelaskan dulu ya mengenai angket, Angket adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan tertulis untuk dijawab secara tertulis pula oleh responden. Angketmerupakan sebuah pertanyaan-pertanyaan yang tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden tentang diri pribadi atau hal-hal yang ia ketahui.fromgoogle

Kegiatan pengisian angket untuk LOS ini di lombakan oleh ORPES (Organisasi Pelajar Surabaya), jadi para peserta LOS di minta untuk menilai bagaimana kegiatan ini berlangsung melalui website yg sdh di sediakan. Nantinya sekolah mana yang memiliki rating/penilaian terbaik dan terbanyak oleh masing-masing peserta LOS nya akan mendapat reward dari tim ORPES.

Angket formulir yg akan kalian isi nanti bertujuan untuk pengembangan kegiatan LOS  kota Surabaya kedepannya agar bisa lebih baik. Ketika kalian mengisi angket nantinya harus melengkapi kolom yang sudah di sediakan dengan jawaban yang jujur/sesuai dengan apa yang anda alami selama kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS/LOS) berlangsung.

Yap sekarang adik-adik bisa mengisi formulir angket penilaian LOS di https://drive.google.com/open?id=1RVrWyfR8L4c-ILYLAv-l-eLA6vjOlvqhS--XmwBv8FM

Jangan lupa di isi yaa ;)

Terimakasih :)

Sabtu, 28 Mei 2016

Senangnya Belajar Menjadi Jurnalis

    Pada tanggal 24 Mei 2016, diselenggarakan kegiatan jurnalistik yang berfungsi untuk meningkatkan kreatifitas para siswa. Hari itu, 2 murid yang dikirim oleh sekolah ke SMP Negeri 3 Surabaya bertugas untuk mengikuti workshop jurnalistik pelajar.
      Disana, para siswa diajarkan untuk membuat mading, meliput kejadian, membuat blog, dan lain-lain. Mereka sangat antusias terhadap kegiatan ini. Banyak kakak pendamping yang siap untuk mengajarkan hal baru tentang dunia jurnalistik. Salah satu siswa dari SMP Negeri 42 Surabaya, yaitu Regina Faradilla mengaku bahwa kegiatan ini sangatlah bagus untuk mengembangkan bakat jurnalistiknya."Kegiatannya sangat seru, kakak-kakaknya sangatlah membantuku untuk mengetahui lebih dalam tentang dunia jurnalistik".
   Memang, dunia jurnalistik harus dikembangkan sejak dini. Ini bisa membuat para siswa mengerti lebih dalam tentang hal-hal yang terkait tentang jurnalistik. Sekarang, kita saja sudah bisa menjadi seorang citizen journalism dengan hanya menggunakan hp dan alat elektronik lainnya.

Paskibra SMP Negeri 42 Surabaya


Angkatan 5 yang ikut berlomba di LKBB HARDIKAL Pada Awal Mei 2016
       Brigaspatda, ialah paskibra dari SMP Negeri 42 Surabaya. Kepanjangan Brigaspatdda adalah Brigade Paskibra SMP Negeri 42 Surabaya. Paskibra ini lahir pada 4 tahun yang lalu. Misi Brigaspatda sendiri adalah "Tiada henti untuk mengabdi untuk negeri. Menjadi organisasi yang memiliki anggota berakhlak mulia dan berjiwa bela negara."
     Ekskul ini banyak diminati oleh para siswa. Tetapi banyak juga yang menyebutkan bahwa ekskul ini tidak enak, karena para siswa harus mengikuti latihan rutin dan juga diklat. Pada masa diklat, para siswa diajarkan oleh para pelatih tentang namanya loyalitas, kebersamaan, kekeluargaan, dan lain-lain. Mereka harus rela pada waktu libur digunakan untuk berlatih dan menyiapkan mental. Pendidikan seperti itu sangat dibutuhkan untuk menyiapkan diri sebelum lomba.
        Brigaspatda sudah memiliki prestasi yang sangat banyak. Mereka sudah menjuarai banyak kategori. beberapa diantaranya adalah Juara Umum Piala Bergilir Pangarmatim dan Menpora RI, Juara I Utama, The Best PBB Piala Bergilir Gubernur Jawa Timur, Variasi Vormasi Terbaik, dan masih banyak lagi.
         
        

Kejuaraan Wushu Tingkat se-Jatim Bali

 
Kejuaraan Lomba Wushu Wanoro Seto

    SMP Negeri 42 Surabaya kembali memenangkan kejuaraan wushu tingkat se-Jatim Bali pada tanggal 16-17 Mei 2016. Prestasi ini membuat warga sekolah dan tentunya mereka yang berusaha untuk memenangkan dan membawa pulang piagam dan piala ini bangga.
   Termasuk orang tua mereka juga bangga tentunya, karena tidak sia-sia mereka mengizinkan anak-anaknya untuk mengikuti lomba wushu tingkat se-Jatim Bali dan mengizinkan anak-anaknya untuk mengikuti latihan sampai malam. Lari-larian beberapa putaran di lapangan yang sesuainya adalah untuk orang dewasa, menurunkan berat badan dengan cara mengurangi porsi makan, dan sebagainya. Tentunya ini membuat orang tua mereka khawatir. Entah khawatir anaknya kenapa-kenapa ataupun khawatir karena hal lain.
       Kami juga sempat mewawancarai salah satu Juara Wushu Boxing kelas 60 kg  yaitu Andini Putri Ardelia. "Ternyata ya tidak sia-sia perjuanganku selama ini. Pulang-pulang bawa piala." ujarnya. Dan kekhawatiran mereka dapat mereka buktikan dengan membawa pulang piagam dan piala tersebut.